Sebagaimana diwartakan oleh media asing, insiden memilukan kembali mencoreng dunia sepak bola Belanda dalam lanjutan kompetisi Eredivisie yang mempertemukan SC Cambuur dengan Feyenoord. Pertandingan yang berkesudahan dengan skor 2-5 tersebut harus diwarnai oleh tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter tim tamu asal Rotterdam.
Berdasarkan laporan media setempat, ketegangan mulai memuncak pada menit kesebelas pertandingan ketika tribun penonton dihebohkan oleh lemparan suar dan kembang api berbahaya dari arah tribun pendukung Feyenoord. Proyektil berbahaya tersebut meluncur bebas ke arah lapangan hijau dan tribun di sekitarnya, bahkan nyaris mengenai penjaga gawang Feyenoord, Tjark Ernst, dengan jarak yang sangat dekat.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeAkibat aksi brutal tersebut, tercatat ada lima orang suporter yang mengalami luka-luka akibat kekacauan yang ditimbulkan. Suasana yang tadinya penuh semangat olahraga berubah menjadi mencekam, menciptakan rasa panik luar biasa di kalangan penonton yang hadir langsung di stadion, termasuk anak-anak dan keluarga.
Seorang ayah yang membawa putranya yang berusia enam tahun duduk di tribun penonton mengungkapkan kemarahannya yang luar biasa melalui platform profesional setelah insiden tersebut. la menceritakan bagaimana kembang api berterbangan di sekeliling mereka dan membuat anaknya mengalami ketakutan yang teramat sangat hingga menangis ketakutan.
Mengutip keluhan sang ayah di media sosial, "Mendengar ucapan anak saya setelah keluar stadion sungguh membuat hati saya hancur dan marah besar. la bilang "Papa, saya tidak mau lagi pergi ke Cambuur." Seharusnya stadion menjadi tempat yang aman dan menyenangkan untuk mengenalkan kecintaan pada klub, bukan tempat yang memunculkan trauma dan air mata bagi anak kecil."
Kemarahan para pencinta sepak bola kini tertuju pada lemahnya sistem keamanan serta sanksi tegas dari otoritas sepak bola setempat terhadap klub yang suporternya berulah. Banyak pihak mendesak agar federasi memberikan hukuman yang lebih berat, seperti pengurangan poin bagi klub, agar para perusuh jera dan tidak lagi merusak keselamatan penonton umum di masa mendatang.