Sebagaimana diwartakan oleh media, gelandang Molde yaitu Eirik Hestad meluapkan kekecewaan mendalam usai timnya takluk dari Kristiansund dengan skor tipis 1-2 di ajang Liga Norwegia. Pertandingan yang digelar di Nordmøre stadion tersebut diwarnai oleh kontroversi VAR yang menganulir gol penyeimbang dari Hestad pada menit ke-64 akibat dugaan offside tipis.
Pemain berusia 31 tahun itu secara terbuka mengkritik kepemimpinan wasit dan pengoperasian VAR yang dinilai terlalu kaku dan merusak esensi permainan. Mengutip laporan media, Hestad bahkan menyebut bahwa "fotballgleden har forsvunnet" atau kegembiraan dalam sepak bola telah hilang sepenuhnya karena sistem teknologi tersebut.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, Hestad merasa bahwa penggunaan teknologi untuk menentukan offside marjinal tidak memberikan keadilan yang mutlak karena banyak situasi tetap bergantung pada interpretasi subyektif. "Ini seperti Mikkel Rev yang duduk menggambar garis sembarangan," ujarnya mengecam keputusan yang memupus harapan timnya untuk menyamakan kedudukan di kandang lawan.
Di sisi lain, wasit pertandingan Svein Tore Sinnes memberikan pembelaan terkait keputusan kontroversial tersebut setelah berkoordinasi dengan petugas di ruang VAR. Berdasarkan laporan, Sinnes menganggap situasi di area krusial seperti zona degradasi dan kompetisi papan atas harus diputus seakurat mungkin tanpa memberikan toleransi kelonggaran.
Kekalahan ini membuat Molde tertahan di posisi kelima klasemen sementara dengan perolehan 24 poin dari lima laga terakhir yang kurang memuaskan. Sementara itu, kemenangan krusial ini berhasil mengangkat Kristiansund keluar dari zona degradasi langsung dan menempati peringkat ke-14 dengan koleksi 15 poin.