Kasus infeksi COVID-19 pertama di Inggris secara resmi dikonfirmasi pada 31 Januari 2020 melibatkan dua warga negara China yang tengah menginap di sebuah hotel di York. Dua pasien awal tersebut langsung dipindahkan dari rumah sakit setempat menuju fasilitas isolasi khusus berstandar tinggi di Newcastle upon Tyne untuk mendapatkan penanganan intensif.
Pada hari yang sama, sebuah penerbangan evakuasi dari Wuhan mendarat di pangkalan militer RAF Brize Norton membawa puluhan penumpang yang kemudian ditempatkan di pusat karantina khusus. Pemerintah Inggris bersama otoritas kesehatan NHS England langsung memperketat koordinasi guna mengantisipasi potensi lonjakan kasus di berbagai wilayah.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSeiring berjalannya waktu, jumlah temuan kasus positif mulai merangkak naik menyusul riwayat perjalanan warga yang sempat berkunjung ke sejumlah negara Eropa seperti Italia, Prancis, dan Spanyol. Peningkatan kasus ini mendorong otoritas kesehatan memperluas cakupan pelacakan kontak erat serta mewajibkan prosedur karantina mandiri bagi pendatang.
Memasuki bulan Maret 2020, situasi penyebaran virus corona di Inggris semakin eskalatif yang ditandai dengan kemunculan klaster-klaster baru tanpa riwayat perjalanan luar negeri. Pemerintah setempat pun mulai mengumumkan berbagai langkah penanganan darurat guna membendung penularan yang lebih luas di tengah masyarakat.
Lonjakan Pasien Rumah Sakit dan Langkah Penanganan Darurat
Lonjakan drastis jumlah pasien yang membutuhkan perawatan medis membuat rumah sakit di seluruh penjuru Inggris harus memutar otak untuk mengamankan kapasitas tempat tidur. Otoritas NHS England mengumumkan penundaan seluruh operasi non-darurat guna memfokuskan tenaga medis dan fasilitas ruangan bagi pasien infeksi virus corona.
Jumlah pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit melonjak tajam hingga menembus angka ribuan orang setiap harinya menjelang akhir Maret 2020. Situasi krisis kesehatan ini memaksa pemerintah mengambil kebijakan pembatasan sosial yang ketat demi mengurangi beban fasilitas pelayanan kesehatan publik.
Di sisi lain, analisis pengurutan genom virus yang dilakukan para ilmuwan menunjukkan bahwa introduksi COVID-19 ke Inggris berasal dari berbagai jalur perjalanan internasional yang berbeda. Sebagian besar kasus impor tersebut tercatat berasal dari negara-negara Eropa yang mengalami gelombang awal penularan lebih dulu.
Kendati berbagai upaya mitigasi telah digencarkan, gelombang pertama pandemi tersebut tetap meninggalkan duka mendalam dengan tingginya angka kematian di berbagai fasilitas kesehatan maupun panti jompo. Periode awal ini menjadi salah satu babak paling krusial dalam sejarah penanganan kesehatan modern di Inggris.