Sebagaimana diwartakan dalam rubrik opini olahraga Ajansspor oleh Kaan Polat Cureklibatir, sebuah kenangan masa lalu kembali menyeruak ketika tanpa sengaja menemukan buku tentang legenda sepak bola Cevad Prekazi. Visual sang bintang berkaus Galatasaray dengan tendangan bebas ikoniknya seketika membawa ingatan penulis terbang kembali ke tahun 1989, di mana suara teriakan komentator pertandingan masih terngiang jelas di telinga.
Kisah nostalgia tersebut berlanjut pada satu sore yang dingin di Beykoz, Istanbul, tahun 2007. Penulis mengenang momen menegangkan ketika harus bertanding di lapangan lingkungan sekitar di bawah pengawasan sang ayah yang dikenal tegas, disiplin, dan menanamkan mental juang tinggi dalam setiap permainan.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePertandingan sore itu berjalan tidak mudah karena tim yang dibentuk secara mendadak harus menghadapi lawan yang lebih padu dan terorganisir. Di tengah tekanan mental untuk tidak bermain buruk dan menghindari kemarahan sang ayah, penulis berusaha keras menampilkan performa terbaiknya di atas lapangan hijau.
Puncak dari kenangan tersebut terjadi ketika penulis berhasil melewati pemain bertahan lawan dan melepaskan tendangan akurat dari luar kotak penalti yang berbuah menjadi gol. Teriakan pujian dan suara penyemangat sang ayah di pinggir lapangan mendadak terpatri abadi sebagai memori masa muda yang tidak terlupakan.
Meski pertandingan tersebut akhirnya harus berakhir dengan kekalahan tipis, pelajaran tentang kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah tetap melekat hingga dewasa. Warisan mentalitas dari sang ayah kini menjadi motivasi tersendiri setiap kali kembali menginjakkan kaki di lapangan hijau.