Klub sepak bola profesional Jerman RB Leipzig atau dikenal secara informal sebagai Red Bull Leipzig, resmi didirikan pada 19 Mei 2009 melalui inisiatif dari perusahaan minuman berenergi Red Bull GmbH. Perusahaan tersebut membeli hak bermain klub divisi kelima SSV Markranstadt dengan ambisi besar membawa klub baru ini menembus kasta tertinggi Bundesliga dalam kurun waktu delapan tahun.
"Semua tujuh anggota pendiri merupakan karyawan atau agen dari Red Bull GmbH," ujar keterangan klub mengenai awal mula pembentukan struktur organisasi klub yang kini bermarkas di Red Bull Arena tersebut.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSebelum memutuskan berinvestasi di Leipzig, pimpinan Red Bull GmbH Dietrich Mateschitz bersama para petingginya sempat menghabiskan waktu selama tiga setengah tahun untuk mencari lokasi yang paling ideal di Jerman. Berbagai kota besar di wilayah barat seperti Hamburg, Munich, hingga Dusseldorf sempat masuk dalam radar pertimbangan sebelum akhirnya pilihan jatuh ke wilayah bekas Jerman Timur.
Kota Leipzig dipilih karena memiliki sejarah sepak bola yang kaya serta kerinduan publik setempat akan kehadiran tim papan atas setelah sekian lama absen dari kompetisi level tertinggi. Dukungan infrastruktur yang memadai seperti bandara internasional dan stadion besar turut memperlancar langkah perusahaan dalam membangun fondasi klub baru.
Transformasi dan Kontroversi Kehadiran Red Bull
Kehadiran RB Leipzig di panggung sepak bola Jerman sempat menuai pro dan kontra yang cukup tajam dari kalangan suporter tradisional. Pengaruh korporasi yang begitu kuat dianggap sebagian pihak mencederai tradisi kepemilikan klub di Jerman yang biasanya dipegang oleh para anggota suporter.
"Klub berupaya keras membangun identitas yang diterima melalui penamaan RasenBallsport guna mematuhi regulasi ketat dari Asosiasi Sepak Bola Jerman atau DFB," tulis laporan mengenai aturan federasi yang melarang penggunaan nama perusahaan secara langsung pada klub.
Meskipun menghadapi berbagai penolakan pada masa-masa awal pembentukannya, klub ini berhasil menunjukkan progres yang sangat pesat di atas lapangan hijau. Mulai dari berlaga di kompetisi kasta kelima hingga secara konsisten mampu bersaing di papan atas Bundesliga serta pentas Liga Champions Eropa.
Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa strategi investasi yang diterapkan oleh Red Bull mampu mendongkrak prestasi secara instan. Sekaligus memberikan warna baru dalam peta persaingan sepak bola profesional di negara Jerman.