X atau yang sebelumnya dikenal luas sebagai Twitter merupakan salah satu layanan jejaring sosial dan mikroblog terbesar di dunia yang berpusat di Amerika Serikat. Platform digital ini memungkinkan para penggunanya untuk berbagi pesan teks singkat, gambar, video, hingga menikmati berbagai fitur interaktif modern seperti panggilan suara dan integrasi chatbot Grok.
Sejarah platform ini bermula pada Maret 2006 ketika didirikan oleh Jack Dorsey, Noah Glass, Biz Stone, dan Evan Williams, sebelum akhirnya resmi diluncurkan pada Juli tahun yang sama dengan nama awal twttr. Seiring berjalannya waktu, platform ini berkembang sangat pesat dan menjadi salah satu situs yang paling sering dikunjungi di dunia dengan ratusan juta pengguna aktif harian.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeTitik balik besar dalam sejarah perusahaan terjadi pada Oktober 2022 ketika pengusaha miliarder Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter senilai USD 44 miliar dan mendirikan entitas baru bernama X Corp. Di bawah kepemilikan barunya, platform ini mengalami berbagai transformasi drastis mulai dari perubahan nama merek, penghapusan logo burung legendaris, hingga perombakan sistem verifikasi akun.
Perjalanan kepemilikan platform ini kembali berlanjut ketika xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, mengakuisisi X Corp pada Maret 2025 dalam transaksi saham penuh. Memasuki Februari 2026, xAI sendiri kemudian diakuisisi oleh SpaceX, menandai babak baru perjalanan panjang salah satu media sosial paling berpengaruh di era digital modern ini.
Transformasi Fitur dan Kontroversi Era Kepemilikan Baru
Di bawah kepemilikan Elon Musk, platform X mengalami perombakan besar-besaran dari segi fitur di mana beberapa fitur lama seperti lingkaran pertemanan dihapus dan digantikan dengan berbagai inovasi baru. Pengguna kini dapat menikmati fitur teks panjang, opsi monetisasi akun, pencarian lowongan kerja, hingga integrasi kecerdasan buatan yang canggih.
Kendati menghadirkan banyak pembaruan fitur untuk mewujudkan visi aplikasi serba ada, kepemilikan di bawah Elon Musk tidak lepas dari berbagai sorotan tajam serta kontroversi publik. Sejumlah pihak kerap mengkritik kebijakan moderasi konten yang diterapkan karena dinilai memicu peningkatan penyebaran disinformasi serta ujaran kebencian di dalam platform.
Berbagai tantangan hukum dan regulasi internasional turut dihadapi oleh manajemen baru, termasuk insiden penindakan dari otoritas negara tertentu akibat persoalan penanganan konten ilegal. Kendati demikian, pihak manajemen terus berupaya melakukan penyesuaian kebijakan demi menjaga stabilitas operasional serta kenyamanan para penggunanya di seluruh dunia.
Sebagai sebuah ruang publik digital global, evolusi dari Twitter menjadi X mencerminkan dinamika industri teknologi yang bergerak sangat cepat. Platform ini tetap bertahan sebagai salah satu pusat percakapan publik paling masif meskipun harus melalui berbagai gelombang perubahan kepemilikan dan transformasi sistem yang masif.