Yao Ming merupakan salah satu pebasket paling ikonik dalam sejarah bola basket dunia yang sukses mengharumkan nama Asia di panggung NBA. Lahir di Shanghai, China, pada 12 September 1980, ia memulai perjalanan karier profesionalnya bersama klub Shanghai Sharks di kompetisi Chinese Basketball Association.
Bakat luar biasa yang didukung postur tubuh menjulang setinggi 2,29 meter membuat Yao Ming dilirik oleh tim-tim papan atas internasional. Puncaknya pada tahun 2002, ia dipilih oleh Houston Rockets sebagai pilihan pertama secara keseluruhan dalam ajang NBA Draft.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSelama sembilan musim berkarier di NBA bersama Houston Rockets, Yao Ming menjelma menjadi salah satu center paling dominan dan terpilih tampil sebagai starter NBA All-Star sebanyak delapan kali. Kiprah gemilangnya turut membuka jalan lebar bagi pebasket internasional lainnya untuk berkarier di Amerika Serikat.
Meskipun harus gantung sepatu lebih cepat pada tahun 2011 akibat rentetan cedera kaki dan pergelangan kaki yang menderanya, warisan besar Yao Ming tetap abadi. Kontribusi dan popularitasnya mengantarkan dirinya menjadi pebasket nasional China pertama yang dilantik ke dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame pada April 2016.
Transformasi Menjadi Ketua Asosiasi Basket China
Setelah pensongsongan karier sebagai pemain profesional, Yao Ming tidak lantas meninggalkan dunia bola basket yang telah membesarkan namanya. Ia beralih peran menjadi seorang eksekutif olahraga dengan memimpin pengembangan prestasi bola basket di negaranya.
Pada Februari 2017, Yao Ming secara aklamasi terpilih sebagai ketua federasi bola basket China atau Chinese Basketball Association. Di bawah kepemimpinannya, federasi berupaya melakukan pembenahan total demi mendongkrak prestasi tim nasional di kancah internasional.
Sebelum sukses di kursi kepengurusan, Yao Ming juga memiliki catatan manis bersama tim nasional China dengan merengkuh gelar juara FIBA Asia Cup pada tahun 2001, 2003, dan 2005. Peran sentralnya selalu menjadi motor utama kejayaan tim "Negeri Tirai Bambu" di level benua.
Kini, pengaruh besar Yao Ming terus dirasakan oleh industri olahraga global, baik sebagai pengusaha, pemilik klub, maupun figur inspiratif. Perjalanan hidupnya dari seorang remaja di Shanghai hingga menjadi legenda basket dunia menjadi simbol modernitas olahraga China.