CONCACAF Champions Cup 2026 berakhir dengan kemenangan gemilang bagi Toluca. Klub asal Meksiko tersebut memastikan gelar juara setelah menaklukkan Tigres UANL melalui drama adu penalti dengan skor 6-5 pada partai final yang digelar di Nemesio Diez Stadium.
Laga puncak tersebut berlangsung sangat sengit dengan skor imbang 1-1 hingga waktu normal dan babak tambahan berakhir. Keberhasilan Toluca menjadi juara edisi ke-61 ini sekaligus memberikan mereka tiket langsung menuju 2029 FIFA Club World Cup serta 2026 FIFA Intercontinental Cup.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSebagai tuan rumah, Toluca mampu memanfaatkan dukungan suporter di Nemesio Diez Stadium dengan maksimal. Keunggulan tipis tersebut diraih berkat performa konsisten mereka sepanjang turnamen sejak babak awal hingga mencapai partai puncak.
Selain meraih trofi, pemain Toluca, Paulinho, dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen sekaligus top skor dengan total 8 gol. Sementara itu, gelar kiper terbaik jatuh kepada Luis García dari Toluca yang tampil impresif sepanjang laga final.
Perjalanan Menuju Juara CONCACAF Champions Cup
Turnamen yang diikuti oleh 27 tim dari 10 asosiasi ini menyajikan 51 pertandingan dengan total 149 gol tercipta. Keberhasilan Toluca tahun ini mengukuhkan dominasi mereka dalam ajang sepak bola tertinggi di wilayah Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.
Dengan berakhirnya kompetisi ini, daftar peserta untuk ajang internasional mendatang mulai terisi. Tigres UANL sendiri harus puas menjadi runner-up setelah berjuang keras hingga detik terakhir dalam adu penalti yang menentukan nasib mereka.
Perjalanan Toluca menuju gelar juara tidaklah mudah karena harus melewati berbagai rintangan sejak babak pertama. Sebanyak 22 tim memulai perjuangan dari putaran pertama, sementara lima tim lainnya termasuk Toluca mendapatkan tiket langsung ke babak 16 besar.
Sistem gugur dua leg diterapkan untuk babak-babak awal hingga semifinal, sebelum akhirnya ditutup dengan sistem satu pertandingan di babak final. Format ini menuntut ketahanan fisik dan kedalaman skuad bagi seluruh kontestan yang berpartisipasi.