Ajang olahraga paling akbar sejagat, Piala Dunia 2026, resmi tuntas setelah menyajikan rangkaian pertandingan sengit di tiga negara berbeda. Turnamen edisi ke-23 ini mencatatkan sejarah baru sebagai perhelatan pertama yang diikuti oleh 48 tim serta diselenggarakan secara bersama-sama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pertandingan puncak yang dihelat pada 19 Juli 2026 mempertemukan dua raksasa sepak bola dunia, di mana Spanyol sukses keluar sebagai juara usai menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak tambahan waktu. Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Spanyol sebagai negara pertama yang secara bersamaan memegang gelar juara Piala Dunia pria dan wanita.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeGelar juara tersebut terasa semakin sempurna bagi La Furia Roja setelah kapten mereka, Rodri, dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen dan berhak atas penghargaan Golden Ball. Sementara itu, kiper Unai Simon mengamankan Golden Glove, dan wonderkid Pau Cubarsi menyabet penghargaan sebagai pemain muda terbaik.
Di sisi lain, bintang Prancis Kylian Mbappé kembali mencatatkan tinta emas dalam kariernya dengan menyabet Sepatu Emas atau Golden Boot untuk kedua kalinya secara beruntun. Penyerang tajam tersebut mengoleksi 10 gol sepanjang turnamen dan dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia.
Format Baru 48 Tim dan Catatan Rekor Gol
Secara keseluruhan, turnamen edisi tahun ini mencatat rekor fantastis dengan kehadiran hampir 7 juta penonton langsung di stadion serta menghasilkan pendapatan mencapai USD 15 miliar. Format baru dengan 48 peserta terbukti mendongkrak antusiasme penonton global terhadap pesta sepak bola empat tahunan ini.
Perubahan format masif yang diterapkan oleh FIFA pada tahun ini memperluas peserta dari sebelumnya 32 tim menjadi 48 tim negara anggota. Keputusan tersebut membuat total pertandingan membengkak dari 64 laga menjadi 104 laga dengan durasi penyelenggaraan selama 39 hari penuh.
Jumlah rata-rata gol per pertandingan juga mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai angka 2,96 gol per laga. Angka tersebut tercatat sebagai rata-rata produktivitas tertinggi yang pernah diraih dalam sejarah turnamen sejak edisi tahun 1970 silam.
Meskipun sempat menuai perdebatan terkait perluasan jumlah peserta di awal wacananya, pelaksanaan di lapangan justru membuktikan tingginya daya saing dari tim-tim debutan maupun negara tradisional. Format 12 grup yang masing-masing diisi empat tim menghadirkan tontonan yang kompetitif sejak fase penyisihan grup.