Javier Mascherano merupakan sosok ikonik yang namanya melekat erat dengan kejayaan Timnas Argentina serta klub-klub elite Eropa seperti Liverpool dan Barcelona. Lahir di San Lorenzo, Santa Fe, pria bernama lengkap Javier Alejandro Mascherano ini membangun reputasi sebagai salah satu gelandang bertahan sekaligus bek tengah paling disegani di eranya.
Perjalanan karier profesionalnya bermula di klub raksasa Argentina, River Plate, sebelum akhirnya memutuskan merantau ke Brasil untuk memperkuat Corinthians pada tahun 2005. Di klub asal Brasil tersebut, ia langsung menyabet gelar juara Campeonato Brasileiro Série A semusim berselang kendati sempat diganggu masalah cedera patah kaki yang cukup serius.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePetualangan Mascherano di tanah Eropa dimulai ketika ia bergabung bersama klub Premier League, West Ham United, bersama kompatriotnya Carlos Tevez. Meski masa-masa awalnya di London diwarnai berbagai dinamika rumit terkait regulasi kepemilikan pihak ketiga, bakat besarnya segera memikat manajer Liverpool saat itu, Rafael Benitez.
Kepindahannya ke Liverpool pada awal tahun 2007 menjadi titik balik monumental dalam karier sepak bolanya di Benua Biru. Bersama The Reds, ia menjelma sebagai pilar lini tengah yang tak tergantikan dan sukses mengantar klub Merseyside tersebut melaju hingga partai puncak Liga Champions UEFA sebelum akhirnya dipermanenkan dengan nilai transfer yang signifikan.
Puncak Kejayaan Bersama Barcelona dan Babak Baru di Dunia Kepelatihan
Karier puncak Mascherano berlanjut ketika ia memutuskan pindah ke raksasa Spanyol, Barcelona, pada tahun 2010 silam. Selama delapan musim memperkuat Blaugrana, ia bertransformasi dari posisi aslinya sebagai gelandang bertahan menjadi seorang bek tengah yang tangguh di bawah asuhan berbagai pelatih top dunia.
Selama berseragam Barcelona, koleksi trofinya bertambah drastis dengan mempersembahkan lima gelar La Liga, dua trofi Liga Champions UEFA, serta dua gelar Piala Dunia Antarklub FIFA. Ia menjadi bagian integral dari era kejayaan klub Catalan tersebut sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Liga China memperkuat Hebei China Fortune dan gantung sepatu usai membela Estudiantes.
Di level internasional, Mascherano mencatatkan total 147 penampilan bersama Timnas Argentina dan menempati posisi kedua sebagai pemain dengan caps terbanyak setelah Lionel Messi. Ia turut mengantar Albiceleste meraih dua medali emas Olimpiade berturut-turut pada tahun 2004 di Athena serta 2008 di Beijing, sebuah pencapaian langka bagi seorang pesepak bola pria.
Setelah resmi pensiun sebagai pemain, Mascherano beralih profesi meniti jalur kepelatihan dengan menukangi tim muda Argentina U-20 dan U-23 pada ajang Olimpiade 2024. Karier manajerialnya terus menanjak hingga akhir tahun 2024 ia dipercaya untuk membesut klub Major League Soccer, Inter Miami, dan sukses mempersembahkan gelar juara MLS Cup pada musim 2025.