Red Star Football Club, yang lebih dikenal sebagai Red Star FC atau Red Star, merupakan salah satu klub sepak bola profesional tertua dan paling bersejarah di Prancis. Berbasis di Paris dan bermarkas di Stade Bauer, klub ini didirikan pada tanggal 21 Februari 1897 dan saat ini berkompetisi di Ligue 2, kasta kedua sepak bola Prancis.
Klub ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat karena didirikan oleh legenda sepak bola Prancis, Jules Rimet, yang kelak menjabat sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Prancis serta Presiden FIFA. Bahkan, trofi asli Piala Dunia FIFA dinamai untuk menghormati jasanya dalam dunia sepak bola internasional.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeSebagai salah satu pelopor sepak bola di Negeri Paris, Red Star tercatat sebagai klub tertua keempat di Prancis setelah Standard AC Paris, Le Havre AC, dan Girondins de Bordeaux. Mereka juga menjadi salah satu klub pendiri Ligue 1 serta memiliki koleksi lima gelar juara Coupe de France.
Meskipun dalam beberapa dekade terakhir lebih sering berkutat di kompetisi liga level bawah, Red Star tetap memiliki daya tarik tersendiri. Budaya sosial yang kental serta basis pendukung setia dari kalangan kelas pekerja menjadikan klub ini memiliki identitas yang sangat unik di kancah sepak bola Prancis.
Jejak Sejarah dan Identitas Kental Kultur Kiri di Red Star
Identitas Red Star tidak bisa dilepaskan dari kultur sosial yang lekat dengan politik sayap kiri dan aktivisme sosial para pendukungnya. Mayoritas suporter yang berpusat di Saint-Ouen dan wilayah utara Paris mengidentifikasikan diri sebagai klub kelas pekerja yang menentang komersialisasi sepak bola modern.
Meskipun nama "Red Star" kerap diasosiasikan dengan hal-hal berbau komunis pada era modern, penamaan klub tersebut sebenarnya telah ada jauh sebelum Revolusi Rusia terjadi. Nama tersebut konon terinspirasi dari bintang merah Buffalo Bill atau rekomendasi seorang pengasuh asal Inggris bernama Miss Jenny.
Dalam perjalanannya, klub ini sempat mengalami berbagai pergantian nama dan merger dengan klub lokal lain seperti Olympique de Paris serta Stade Francais. Warna kebesaran klub yang awalnya biru laut dan putih pun berganti menjadi hijau dan putih seperti yang dikenal para penggemar hingga saat ini.
Di tengah dinamika kepemilikan dan tantangan finansial yang sempat mendera, termasuk masa kepemilikan oleh perusahaan investasi 777 Partners, Red Star terus berjuang menjaga eksistensinya. Dukungan masif dari publik Stade Bauer selalu menjadi energi utama bagi klub legendaris ini di kancah sepak bola Prancis.