Piala Dunia 1998 merupakan edisi ke-16 turnamen sepak bola terakbar antarnegara yang diselenggarakan di Prancis mulai 10 Juni hingga 12 Juli 1998. Ajang bergengsi ini menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya jumlah peserta putaran final diperluas dari 24 menjadi 32 tim nasional.
Negara Prancis terpilih sebagai tuan rumah untuk kedua kalinya dalam sejarah turnamen setelah mengalahkan Maroko dalam proses bidding yang diputuskan oleh FIFA pada Juli 1992 di Zurich, Swiss. Persiapan turnamen ini melibatkan pembangunan stadion megah baru, yaitu Stade de France yang berlokasi di Saint-Denis, pinggiran kota Paris.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeTurnamen edisi tahun 1998 ini mencatatkan durasi penyelenggaraan selama 32 hari yang menjadikannya turnamen terpanjang pada masanya dengan total 64 pertandingan digelar di 10 stadion berbeda. Berbagai inovasi aturan juga mulai diterapkan pada ajang ini, termasuk penggunaan papan elektronik oleh petugas keempat dan aturan golden goal.
Puncak turnamen ditandai dengan kesuksesan tim tuan rumah Prancis menaklukkan juara bertahan Brasil dengan skor telak 3-0 di partai final. Kemenangan gemilang tersebut mengantarkan Les Bleus meraih gelar juara dunia perdana mereka sekaligus mencatatkan sejarah sebagai negara tuan rumah yang sukses mengangkat trofi.
Fakta Menarik dan Kontroversi di Balik Layar Turnamen
Perjalanan menuju putaran final Piala Dunia 1998 melibatkan 174 tim dari berbagai konfederasi yang bersaing ketat sejak Maret 1996 hingga November 1997. Beberapa negara seperti Kroasia, Jamaika, Jepang, dan Afrika Selatan bahkan mencatatkan penampilan perdana mereka di panggung Piala Dunia.
Di balik kemeriahan pesta sepak bola tersebut, proses pemilihan tuan rumah dan pengundian grup sempat diwarnai sejumlah pengakuan kontroversial bertahun-tahun kemudian. Mantan tokoh penting sepak bola sempat mengungkap adanya rekayasa penempatan grup agar tim tuan rumah dan Brasil tidak saling berhadapan hingga babak final.
Meski demikian, jalannya pertandingan di lapangan tetap menyajikan tontonan berkualitas tinggi dengan kehadiran pemain-pemain legenda dunia di masanya. Pertandingan yang tersebar di sepuluh kota penyelenggara sukses menarik perhatian miliaran pasang mata penonton di seluruh penjuru dunia.
Hingga saat ini, edisi 1998 tetap dikenang sebagai salah satu turnamen sepak bola paling ikonik dalam sejarah olahraga modern. Kesuksesan penyelenggaraan di Prancis menjadi fondasi penting bagi perkembangan turnamen global di era-era selanjutnya.