Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / internasional / Sejarah Piala Afrika 2006, Saat...
INTERNASIONAL

Sejarah Piala Afrika 2006, Saat Mesir Kunci Gelar Juara Kelima

By Aan Sukrisna • 2 min read • 13 Agustus 2026
Timnas Mesir merayakan gelar juara Piala Afrika 2006 di stadion

Timnas Mesir merayakan gelar juara Piala Afrika 2006 di stadion

Ajang Piala Afrika 2006 menjadi salah satu turnamen sepak bola paling ikonik di Benua Hitam ketika Mesir bertindak sebagai tuan rumah resmi penyelenggaraan edisi ke-25 tersebut. Pertandingan bergengsi yang berlangsung dari tanggal 20 Januari hingga 10 Februari 2006 ini mempertemukan 16 tim terbaik yang terbagi ke dalam empat grup untuk memperebutkan mahkota juara sepak bola Afrika.

Mesir keluar sebagai juara kelima dalam sejarah mereka setelah menundukkan perlawanan sengit Pantai Gading di partai puncak melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Laga penentuan tersebut terpaksa harus diselesaikan lewat babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang waktu normal hingga perpanjangan waktu berakhir.

Keputusan penunjukan Mesir sebagai tuan rumah diambil secara resmi oleh Komite Eksekutif CAF di Kairo pada tanggal 24 Oktober 2002 silam. Negara piramida tersebut sukses menyisihkan tiga kandidat pesaing lainnya yaitu Aljazair, Libya, dan Pantai Gading dalam proses voting pemungutan suara.

Keberhasilan menyelenggarakan ajang ini sekaligus menandai keempat kalinya Mesir menjadi tuan rumah Piala Afrika setelah sebelumnya pernah sukses pada tahun 1959, 1974, dan 1986. Momen tersebut juga bertepatan dengan perayaan hari jadi emas ke-50 tahun berdirinya konfederasi sepak bola Afrika CAF.

Perjalanan Ketat Menuju Puncak Turnamen

Mesir

Sistem kualifikasi menuju putaran final Piala Afrika 2006 diintegrasikan langsung melalui proses kualifikasi Piala Dunia FIFA 2006 zona Afrika. Sebanyak lima grup kualifikasi digunakan di mana juara grup berhak lolos ke Piala Dunia, sementara peringkat tiga besar dari masing-masing grup otomatis mendapatkan tiket ke putaran final Piala Afrika.

Pengecualian khusus diberikan kepada Grup 3 yang dihuni oleh Mesir selaku tuan rumah penyelenggara turnamen. Karena Mesir sudah dipastikan lolos otomatis tanpa melalui jalur kualifikasi, jatah tiket tersisa akhirnya diberikan kepada tim peringkat keempat grup tersebut yaitu Libya.

Turnamen edisi 2006 ini juga mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya sang juara bertahan tidak lagi mendapatkan tiket lolos otomatis ke putaran final. Kendati demikian, tim juara bertahan Tunisia tetap berhasil mengamankan tempat setelah melalui babak kualifikasi yang kompetitif.

Sepanjang perhelatan turnamen akbar tersebut, tercatat sebanyak 73 gol tercipta dari total 32 pertandingan yang dimainkan dengan rata-rata gol mencapai 2,28 per laga. Penyerang tajam Kamerun yaitu Samuel Eto'o keluar sebagai pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi 5 gol sementara gelandang kreatif Mesir Ahmed Hassan dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Topics
piala afrika 2006 mesir pantai gading sepak bola caf ahmed hassan samuel eto'o sejarah olahraga turnamen
Jurnalis Sepak Bola & Liga Inggris

Aan Sukrisna adalah jurnalis sepak bola yang berbasis di Bandung dengan fokus utama pada Liga Inggris dan kompetisi Eropa. Berbekal pengalaman meliput berbagai pertandingan besar, ia menyajikan berita akurat tentang Premier League, transfer pemain, dan analisis taktik pertandingan. Dedikasinya pada dunia sepak bola membuat tulisannya selalu dinanti penggemar sepak bola Indonesia.