Loading
Nysha Lilly Nysha Lilly
Menu
/home / internasional / Sejarah Trofi Liga Champions,...
INTERNASIONAL

Sejarah Trofi Liga Champions, Transformasi Trofi Ikonik Si Telinga Besar

By Chairul Saiful • 2 min read • 12 Agustus 2026
Trofi ikonik European Cup atau Liga Champions yang diperebutkan klub top Eropa

Trofi ikonik European Cup atau Liga Champions yang diperebutkan klub top Eropa

Trofi Liga Champions atau European Cup merupakan penghargaan bergengsi yang dianugerahkan secara tahunan oleh UEFA kepada klub sepak bola yang keluar sebagai juara. Awal mula kompetisi ini menggunakan nama yang sama dengan trofinya sebelum akhirnya berganti nama pada musim 1992-1993.

Trofi asli European Cup pertama kali disumbangkan oleh surat kabar olahraga asal Prancis, L'Équipe, dan secara permanen diberikan kepada Real Madrid pada Maret 1967 setelah klub tersebut mendominasi turnamen dengan meraih enam gelar juara. Hal tersebut membuat Celtic kemudian tercatat sebagai klub pertama yang mengangkat trofi dengan desain baru pada tahun tersebut.

Desain pengganti trofi yang ikonik tersebut dirancang oleh perhiasan asal Bern, Swiss, bernama Jörg Stadelmann dengan biaya sekitar 10.000 franc Swiss. Bentuk gagangnya yang khas segera melahirkan julukan populer di berbagai bahasa, seperti la Coupe aux grandes oreilles dalam bahasa Prancis dan la Orejona dalam bahasa Spanyol.

Seiring berjalannya waktu, peraturan terkait kepemilikan trofi mengalami penyesuaian demi menjaga aspek historis dan keamanan penghargaan. Sejak tahun 2009, klub pemenang tidak lagi diizinkan menyimpan trofi asli secara permanen, melainkan menerima replika penuh dengan ukiran nama klub di atasnya.

Evolusi Atribut Khusus dan Lencana Juara Beruntun UEFA

Liga champions

Selain trofi fisik, UEFA juga memperkenalkan atribut khusus seperti multiple-winner badge atau badge of honour pada musim 2000-2001. Lencana khusus ini diberikan kepada klub-klub elite yang berhasil memenangkan kompetisi sebanyak lima kali secara keseluruhan atau tiga kali secara beruntun.

Sejarah mencatat bahwa aturan lama memperbolehkan klub untuk menyimpan trofi asli jika memenuhi kriteria kemenangan tertentu dan mereset hitungan gelar mereka kembali ke nol. Real Madrid menjadi klub pertama yang memenuhi kriteria tersebut di bawah regulasi yang berlaku pada era 1968 hingga 2009.

Pada perkembangannya, penempatan lencana juara beruntun mengalami beberapa kali pembaruan desain oleh UEFA, mulai dari penempatan di lengan kiri baju hingga diintegrasikan langsung dengan lambang starball pada musim 2021-2022. Tim-tim yang memenuhi syarat tetap bisa mengenakan lencana khusus tersebut meski trofi aslinya tetap berada dalam pengawasan penuh UEFA.

Selain lencana multi-pemenang, juara bertahan Liga Champions juga mengenakan title-holder logo khusus pada musim kompetisi berikutnya sebagai identitas sang penguasa takhta Eropa. Berbagai inovasi desain ini terus disempurnakan dari tahun ke tahun guna memperkuat citra dan prestise kompetisi antarklub paling elite di dunia tersebut.

Jurnalis Sepak Bola Internasional

Chairul Saiful adalah jurnalis sepak bola internasional yang berbasis di Ternate. Ia memiliki wawasan luas tentang kompetisi global seperti Piala Dunia, Euro, Liga Champions UEFA, dan turnamen antar klub dari berbagai benua. Tulisannya menghadirkan perspektif global tentang sepak bola, lengkap dengan analisis mendalam dan berita eksklusif dari dunia sepak bola internasional.