Chelsea mengukir sejarah gemilang di kancah Eropa ketika keluar sebagai juara Piala Winners Eropa 1971 usai mengalahkan raksasa Spanyol, Real Madrid. Pertandingan puncak yang digelar di Karaiskakis Stadium, Piraeus, Yunani, tersebut harus dilanjutkan melalui laga ulangan setelah pertandingan pertama berakhir imbang.
Pada pertemuan pertama yang berlangsung 19 Mei 1971, Chelsea sempat memimpin lebih dulu lewat gol voli kaki kiri Peter Osgood di dalam kotak penalti. Namun, Real Madrid yang terkenal dengan kemampuan olah bola luar biasa berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan melalui aksi Ignacio Zoco.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeKarena aturan saat itu belum mengenal adu penalti untuk partai final, laga terpaksa diulang dua hari berselang di venue yang sama. Dukungan suporter tetap mengalir deras meski sebagian besar pendukung harus tidur seadanya di jalanan kota akibat asumsi awal laga hanya digelar sekali.
Memasuki pertandingan ulangan pada 21 Mei 1971, skuad asuhan Dave Sexton tampil trengginas sejak menit awal. Chelsea langsung tancap gas dan mencetak dua gol penting di babak pertama melalui kontribusi Peter Osgood dan John Dempsey yang membuat lini pertahanan Real Madrid kocar-kacir.
Perjuangan Sengit Hingga Detik Akhir Laga
Keunggulan dua gol di babak pertama memberikan rasa percaya diri yang tinggi bagi para pemain Chelsea untuk mengontrol jalannya sisa pertandingan. Real Madrid bukan tanpa perlawanan, mereka terus berupaya mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan ke jantung pertahanan The Blues.
Usaha Los Blancos membuahkan hasil ketika Sebastián Fleitas sukses mencetak gol memperkecil kedudukan saat pertandingan tersisa 15 menit lagi. Gol tersebut sempat menghadirkan tekanan besar bagi barisan pertahanan klub asal London barat itu.
Meski mendapat gempuran bertubi-tubi di sisa waktu pertandingan, lini belakang Chelsea yang dimotori oleh kapten Ron Harris tampil disiplin menghalau setiap ancaman. Keunggulan 2-1 pun berhasil dipertahankan hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit asal Swiss, Anton Bucheli.
Kemenangan dramatis ini memastikan Chelsea menjadi klub asal London ketiga yang sukses mengangkat trofi bergengsi tingkat Eropa tersebut. Gelar ini sekaligus menjadi tonggak sejarah penting bagi perjalanan klub di kancah internasional pada era tersebut.