Robson de Souza atau yang lebih dikenal sebagai Robinho merupakan mantan penyerang profesional asal Brasil yang sempat digadang-gadang sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di generasinya. Sejak usia muda, kemampuannya di atas lapangan hijau sudah menarik perhatian dunia sepak bola internasional.
Pada tahun 1996 saat usianya baru menginjak 12 tahun, Robinho bahkan dipilih langsung oleh legenda sepak bola Brasil Pele sebagai penerus aslinya. Pengakuan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang sang pemain di dunia si kulit bundar.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeKarier profesionalnya dimulai bersama klub Brasil Santos pada tahun 2002 di mana ia berhasil membawa tim tersebut meraih gelar juara liga nasional. Penampilan gemilangnya di kompetisi domestik membuat klub-klub raksasa Eropa mulai memantau perkembangan sang penyerang muda.
Tidak butuh waktu lama bagi Robinho untuk melebarkan sayap ke Benua Biru setelah pinangan datang dari klub Spanyol Real Madrid pada tahun 2005. Bersama Los Blancos, ia turut berkontribusi besar dalam meraih sejumlah gelar juara La Liga sebelum akhirnya melanjutkan petualangan ke Inggris dan Italia.
Petualangan di Eropa dan Akhir Karier yang Kelam
Kepindahannya ke Manchester City pada tahun 2008 sempat menjadi sorotan utama bursa transfer Premier League menyusul ambisi besar klub kaya raya tersebut. Robinho memperlihatkan ketajaman di lini depan pada musim pertamanya sebelum performanya mulai mengalami penurunan.
Setelah periode kurang memuaskan di Inggris, ia memutuskan untuk hengkang ke Italia dan bergabung dengan AC Milan pada tahun 2010. Di sana, Robinho kembali menemukan bentuk permainan terbaiknya dan sukses membantu Rossoneri meraih scudetto Serie A.
Kendati memiliki catatan karier yang gemilang di level klub maupun tim nasional Brasil, perjalanan hidup Robinho harus berbalik arah secara drastis di luar lapangan. Sebuah kasus hukum di Italia menyeret namanya dan berujung pada keputusan pengadilan yang menjatuhkan vonis hukuman penjara.
Upaya banding yang diajukan tidak mengubah keputusan akhir dari pengadilan tertinggi di Italia terkait kasus penyerangan seksual yang terjadi pada tahun 2013 silam. Karena konstitusi Brasil tidak mengizinkan ekstradisi warganya, Robinho akhirnya mulai menjalani masa hukuman penjaranya di negara asal.