Final UEFA Cup 1984 mempertemukan dua tim kuat, Tottenham Hotspur dan Anderlecht, dalam duel dua leg yang menentukan gelar juara musim 1983-1984. Pertandingan puncak ini menyajikan drama sengit di mana Tottenham Hotspur akhirnya memastikan diri sebagai kampiun setelah menang 4-3 lewat adu penalti.
Pertemuan kedua tim berlangsung ketat dengan skor agregat 2-2 setelah kedua leg berakhir dengan kedudukan imbang 1-1. Pada leg pertama yang digelar di Constant Vanden Stock Stadium, Brussels, Anderlecht menahan imbang Tottenham Hotspur dengan skor 1-1, di mana gol dicetak oleh Miller untuk Spurs dan Olsen untuk Anderlecht.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeMemasuki leg kedua di White Hart Lane, London, atmosfer pertandingan semakin memanas. Gol dari Graham Roberts bagi tuan rumah kembali dibalas oleh gol Alexandre Czerniatynski, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu hingga akhirnya harus ditentukan melalui babak adu penalti yang mendebarkan bagi para pendukung.
Dalam babak adu penalti, keberuntungan lebih berpihak pada wakil Inggris, Tottenham Hotspur, yang berhasil mengunci kemenangan 4-3 atas Anderlecht. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri perjuangan panjang kedua tim dalam turnamen kasta kedua Eropa tersebut pada musim itu.
Statistik Pertandingan Final UEFA Cup 1984
Catatan sejarah juga mengungkap sisi kelam di balik perjalanan Anderlecht menuju partai final tersebut. Pada tahun 1997, terungkap bahwa pihak klub Anderlecht diduga melakukan penyuapan sebesar 27.000 poundsterling kepada wasit dalam laga semifinal melawan Nottingham Forest demi memuluskan jalan mereka ke final.
Bagi Tottenham Hotspur, gelar juara UEFA Cup 1984 ini menjadi salah satu torehan penting dalam sejarah klub sebelum akhirnya mereka menanti hingga 41 tahun kemudian untuk kembali mengangkat trofi Eropa pada ajang UEFA Europa League 2024-2025.
Laga final leg kedua di London dipimpin oleh wasit asal Jerman Barat, Volker Roth, dengan disaksikan oleh 46.258 penonton yang memadati stadion. Pertandingan berlangsung sengit, di mana Tottenham Hotspur harus bermain tanpa Glenn Hoddle yang tidak dalam kondisi fit.
Meskipun tampil di bawah tekanan, skuad asuhan Keith Burkinshaw menunjukkan determinasi tinggi saat menjamu Anderlecht. Skuad Spurs pada masa itu mengandalkan nama-nama seperti Graham Roberts, Steve Perryman, hingga Tony Parks di bawah mistar gawang.