Perjalanan karier Samuel Eto o sebagai salah satu pesepak bola terhebat asal Afrika menyimpan banyak kisah inspiratif sejak usia muda hingga memimpin federasi sepak bola negaranya. Namanya harum di kancah sepak bola internasional setelah mencatatkan berbagai prestasi luar biasa di klub-klub elite Eropa.
Bakat luar biasa penyerang kelahiran Kamerun ini mulai terendus ketika dirinya bergabung dengan akademi Real Madrid saat usianya baru menginjak 16 tahun. Karena persaingan yang ketat di lini depan Los Blancos, Eto o harus melakoni beberapa masa peminjaman ke klub lain seperti Leganes dan Espanyol sebelum akhirnya berlabuh ke Mallorca.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeBersama Mallorca, ketajaman Eto o semakin teruji hingga mencetak rekor 70 gol dan membawa klub tersebut meraih trofi Copa del Rey pada tahun 2003. Penampilan gemilangnya di pulau Mediterania itu menarik minat raksasa Catalan, Barcelona, yang kemudian memboyongnya ke Camp Nou pada musim panas 2004.
Karier Eto o semakin bersinar terang selama memperkuat Blaugrana dengan torehan 130 gol dari lima musim pengabdiannya. Ia menjadi pilar penting lini serang Barcelona saat merengkuh gelar juara Liga Champions UEFA pada tahun 2006 dan 2009 dengan turut menyumbangkan gol di laga final.
Puncak Kesuksesan di Eropa dan Kiprah Bersama Inter Milan
Ketajaman Samuel Eto o tidak lantas berhenti setelah meninggalkan Camp Nou, di mana ia kemudian melanjutkan petualangannya ke Italia dengan bergabung bersama Inter Milan. Bersama Nerazzurri, penyerang lincah ini mencatatkan sejarah baru sebagai pemain pertama yang sukses meraih dua treble kontinental Eropa secara beruntun.
Pencapaian fenomenal tersebut melengkapi koleksi trofi bergengsi miliknya di level klub sebelum ia melanjutkan karier di Rusia bersama Anzhi Makhachkala, Liga Inggris bersama Chelsea dan Everton, hingga tampil subur di Liga Turki bersama Antalyaspor. Sepanjang karier profesionalnya, Eto o juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Afrika sebanyak empat kali.
Di level internasional, Eto o merupakan pencetak gol sepanjang masa tim nasional Kamerun serta memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Afrika. Ia juga sukses mempersembahkan medali emas Olimpiade Sydney 2000 serta dua trofi Piala Afrika bagi negaranya.
Setelah resmi gantung sepatu dari lapangan hijau, dedikasi Eto o terhadap dunia sepak bola terus berlanjut melalui jalur organisasi. Ia terpilih sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Kamerun atau FECAFOOT untuk memajukan prestasi sepak bola di tanah airnya.