Ketegangan menyelimuti hubungan antara penyerang andalan Julian Alvarez dan publik Wanda Metropolitano menyusul rumor kepindahannya ke FC Barcelona pada bursa transfer musim panas ini.
Meskipun penyerang asal Argentina tersebut tidak ikut bermain dalam kemenangan Atletico de Madrid atas Malaga dengan skor 2-0 pada pertandingan Rabu, namanya tetap menggema di dalam stadion dengan nada cemoohan dari sebagian suporter.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeJuara Piala Dunia 2022 tersebut bahkan harus menerima perlakuan kurang menyenangkan dari tribun penonton yang melontarkan ejekan keras akibat ketidakpastian masa depannya di klub asal ibu kota Spanyol tersebut.
Menanggapi situasi panas tersebut, pelatih kepala Diego Simeone justru memberikan respons yang sangat dingin dalam sesi konferensi pers usai pertandingan ketika ditanya mengenai insiden penghinaan oleh suporter.
Pemberontakan Julian Alvarez dan Kegagalan Transfer ke Barcelona
"Saya punya banyak rasa hormat untuk publik kami," ujar pelatih asal Argentina tersebut dengan singkat dan tanpa memberikan pembelaan terbuka kepada anak asuhnya yang sedang dirundung masalah.
Sikap acuh tak acuh dari sang pelatih ini kontras dengan pernyataan sebelumnya yang sempat menyebut Julian Alvarez sebagai pemain paling krusial di lini serang tim berjuluk Los Colchoneros itu.
Keinginan kuat dari penyerang bintang Julian Alvarez untuk hengkang ke FC Barcelona sebelumnya telah memicu kemarahan besar dari manajemen klub serta para pendukung setia Atletico de Madrid.
Manajemen Los Colchoneros bahkan sempat melayangkan aduan resmi kepada FIFA terkait dugaan pendekatan ilegal yang dilakukan oleh pihak Blaugrana terhadap pemain yang masih terikat kontrak hingga tahun 2030 tersebut.