Mourad Daami merupakan mantan wasit sepak bola profesional asal Tunisia yang lahir di Monastir pada 15 Agustus 1962 dan memiliki rekam jejak panjang di kancah internasional. Namanya mulai dikenal luas di dunia perwasitan setelah resmi masuk dalam daftar wasit FIFA pada rentang tahun 1996 hingga 2006.
Sepanjang kariernya di lapangan hijau, Daami telah memimpin berbagai pertandingan bergengsi di level konfederasi maupun dunia. Ia dipercaya menjadi pengadil di Piala Afrika edisi 2000, 2002, dan 2006, termasuk memimpin laga final yang mempertemukan tim-tim kuat benua Afrika.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePuncak karier internasional Daami terjadi ketika ia terpilih sebagai salah satu wasit yang bertugas dalam ajang akbar Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Dalam turnamen tersebut, ia sukses memimpin jalannya pertandingan penyisihan grup antara Timnas Meksiko melawan Timnas Ekuador.
Selain Piala Dunia, rekam jejak pengadil lapangan asal Tunisia ini juga mencakup turnamen internasional lain seperti Olimpiade Musim Panas 2000 di Sydney, Piala Konfederasi FIFA 2005, serta Piala Dunia U-17 FIFA. Kontribusinya membuat namanya dikenang sebagai salah satu tokoh penting perwasitan Afrika pada masanya.
Jejak Kontroversi dan Akhir Karier Mourad Daami
Di balik pencapaian gemilangnya di level internasional, perjalanan karier Mourad Daami tidak lepas dari catatan kontroversi yang pernah mencoreng reputasinya. Ia sempat dijatuhi sanksi larangan memimpin pertandingan oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika atau CAF.
Sanksi tersebut diberikan akibat insiden yang terjadi pada final Liga Champions CAF tahun 2000 antara Accra Hearts of Oak S.C. melawan Espérance Sportive de Tunis. Saat itu, Daami kedapatan berusaha memengaruhi wasit asal Afrika Selatan, Robbie Williams.
Akibat tindakan tersebut, ia harus menerima hukuman larangan terlibat dalam semua pertandingan di bawah naungan CAF selama satu tahun penuh. Peristiwa ini menjadi salah satu titik kelam dalam perjalanan karier panjang sang pengadil lapangan asal Tunisia.
Kendati demikian, kontribusi dan pengalamannya memimpin turnamen level dunia tetap menjadi bagian penting dari sejarah perwasitan sepak bola Tunisia. Setelah pensiun dari daftar lisensi FIFA pada 2006, namanya tetap diingat sebagai salah satu wasit elite dari Benua Hitam.