2002 FIFA World Cup menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola karena untuk pertama kalinya turnamen akbar empat tahunan tersebut diselenggarakan di benua Asia. Digelar secara bersama oleh Korea Selatan dan Jepang pada 31 Mei hingga 30 Juni 2002, ajang ini juga mencatatkan rekor sebagai Piala Dunia pertama yang dihelat di luar Eropa dan benua Amerika.
Turnamen edisi ke-17 ini diwarnai banyak kejutan besar sejak fase grup, mulai dari tersingkirnya juara bertahan Prancis tanpa mencatatkan satu gol pun hingga gugurnya Argentina lebih awal. Di tengah gelombang kejutan tersebut, tim nasional Brasil tampil sebagai kekuatan yang tak terbendung di bawah lini serang mematikan yang dipimpin oleh Ronaldo.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribePuncak kejayaan Selecao disempurnakan di International Stadium Yokohama, di mana Brasil sukses menaklukkan Jerman dengan skor meyakinkan 2-0 di partai final. Kemenangan gemilang tersebut mengukuhkan status Brasil sebagai satu-satunya negara di dunia yang berhasil merengkuh trofi Piala Dunia sebanyak lima kali.
Selain kedigdayaan Brasil, turnamen ini juga dikenang berkat pencapaian sensasional tuan rumah Korea Selatan yang melaju hingga babak semifinal di bawah dukungan suporter fanatik. Di sisi lain, Turki sukses merebut tempat ketiga setelah menaklukkan Korea Selatan serta mencetak rekor gol tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia.
Fakta Menarik dan Sejarah Unik Piala Dunia 2002
Pemilihan Korea Selatan dan Jepang sebagai tuan rumah bersama diputuskan oleh FIFA setelah melalui persaingan ketat dan dinamika politik organisasi sepak bola dunia. Keputusan kolaborasi ini diambil untuk meredam ketegangan historis sekaligus memperluas jangkauan global turnamen sepak bola paling bergengsi di muka bumi.
Edisi tahun 2002 juga menjadi panggung debut bagi sejumlah negara seperti China, Ekuador, Slovenia, dan Senegal yang secara mengejutkan mampu melangkah hingga babak perempat final. Kehadiran para debutan ini memberikan warna tersendiri dan membuktikan semakin meratanya kualitas sepak bola di berbagai belahan dunia.
Kendati menyajikan banyak momen ikonik, penyelenggaraan Piala Dunia di Korea Selatan dan Jepang ini tidak lepas dari berbagai kontroversi kepemimpinan wasit di lapangan. Beberapa keputusan kontroversial dalam laga yang melibatkan tim tuan rumah sempat memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat serta media internasional.
Sebagai turnamen penutup suatu era, Piala Dunia 2002 menjadi ajang terakhir yang menerapkan aturan golden goal serta penggunaan bola resmi yang sama persis di setiap pertandingan. Seluruh rangkaian sejarah tersebut menjadikan edisi 2002 sebagai salah satu lembaran paling berkesan dalam buku sejarah sepak bola modern.