Penerbangan luar angkasa manusia atau yang kerap disebut sebagai crewed spaceflight merupakan tonggak sejarah ketika manusia melakukan perjalanan ke luar angkasa menggunakan pesawat khusus dengan awak atau penumpang di dalamnya. Aktivitas penjelajahan ini menuntut persiapan teknis yang sangat tinggi serta pelatihan ketat bagi para profesional yang mengoperasikannya secara langsung maupun otonom dari stasiun bumi.
Babak penting dimulai pada 12 April 1961 ketika kosmonot Uni Soviet bernama Yuri Gagarin mencatatkan namanya sebagai manusia pertama di luar angkasa melalui program Vostok. Tidak berselang lama, Amerika Serikat merespons lewat peluncuran Project Mercury yang membawa Alan Shepard ke ruang angkasa, memicu persaingan ketat dalam perlombaan antariksa atau Space Race.
Related Stories
Update Berita Olahraga Terkini dari Nysha Lilly
Dapatkan informasi terbaru seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, dan berita sepak bola internasional langsung di inbox Anda. Gratis!
SubscribeAmbisi tersebut mencapai puncaknya pada 20 Juli 1969 ketika misi Apollo 11 milik Amerika Serikat sukses mendaratkan astronot Neil Armstrong di Bulan. Program Apollo berhasil melaksanakan enam pendaratan berawak di satelit alami bumi tersebut sebelum akhirnya fokus beralih ke pembangunan stasiun luar angkasa jangka panjang.
Kehadiran manusia di luar angkasa kini telah berlangsung secara kontinu sejak 2 November 2000 di atas International Space Station atau ISS. Selain dikelola oleh badan antariksa publik seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China, sektor swasta kini juga turut meramaikan era baru penerbangan komersial dan wisata luar angkasa.
Evolusi Misi Berawak dan Era Persaingan Antariksa
Perkembangan teknologi penerbangan luar angkasa berawal dari pemanfaatan roket militer balistik antarbenua pada masa Perang Dingin. Uni Soviet dan Amerika Serikat berlomba mengonversi roket pengangkut senjata nuklir tersebut menjadi peluncur satelit buatan yang mampu membawa manusia menembus orbit rendah bumi.
Berbagai pencapaian gemilang terus diukir sepanjang dekade 1960-an, mulai dari penerbangan orbital John Glenn hingga penjelajahan luar angkasa pertama yang dilakukan oleh Valentina Tereshkova sebagai wanita pertama di antariksa. Amerika Serikat kemudian menggenjot kemampuan manuver orbital melalui program Gemini guna mempersiapkan misi pendaratan manusia di Bulan.
Setelah era pendaratan Bulan berakhir pada awal 1970-an, fokus penjelajahan beralih ke pembangunan stasiun luar angkasa permanen seperti rangkaian stasiun Salyut dan Mir milik Soviet serta pengoperasian pesawat ulang-alik Space Shuttle oleh Amerika Serikat. Kerja sama internasional mulai terjalin melalui proyek Apollo-Soyuz yang mencairkan ketegangan politik masa lalu di orbit bumi.
Kini, lanskap penjelajahan antariksa semakin berkembang dengan keterlibatan perusahaan swasta seperti SpaceX yang sukses meluncurkan misi komersial berawak ke ISS. Langkah ini membuka lembaran baru bagi masa depan eksplorasi manusia menuju planet Mars dan eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh.